skip to main |
skip to sidebar
Aku akan menuliskannyaDalam debu-debu pegusiran kitaDalam tinta darah ibu dan ayah kitaManusia-manusia itu tak pernah tahuBahwa sejuta malaikat pernah bicara kepadakudalam bahasaNyaYg mereka tahu cuma Tuhan mereka saja yg paling hebatPadahal ini bukan masalahNya sama sekaliDan DIA tak berhak ikut campurDalam dialog berdarah-darah yg kami lakukanDan biarkan kami terpenggal hidup-hidupMenganga dan merana meregang nyawaToh pada akhirnyaSaat pembuktianKita buktikan sajaSiapa yg akan tertawa???Hahahaha....Suatu pagi, Des 09
ting...ting...ting...gelas-gelas kaca saling beradudalam kebisuan hampa...dua tiga empatlimaenam tujuhmungkin lebihmungkin kurangmenjadi kepingan-kepingan kristal putih...berserakan...memendarkan cahaya-cahaya...merah...biru...kuning...hijau...putih...ungu...jingga...kemudian sontak...semua memerah...kaki-kaki sudah melangkahterkoyakdan berdarah
August 07th, 2006
Aku iriYa aku iri,,, kepada mereka,,, kepada mereka yg berpegang teguh kepada kebenaran, apapun itu, entah relatif atau pun mutlak. Mereka yg rela mati demi prinsip yg mereka pegang, mereka yg meregang nyawa demi tujuan kebenaran yg mereka perjuangkanAku iri...Ya aku iri,,, kepada mereka,,, kepada mereka yg dengan tulus bisa mencintai tanpa syarat, kepada mereka yg tak lagi mengenal diri demi cinta yg hakiki, kepada mereka yg tak lagi mengerti akan makna kini, karena semuanya yg mereka lakukan, tak tersisa lagi bahkan untuk diri mereka sendiriAku iri...Ya aku iri,,, kepada mereka,,, yang dengan mudah berkata semua ini untukMu Robb,,, aku ikhlas berada di jalanMu, semua yg kulakukan adalah ibadahku untukMu, karena diriku saat ini masih selalu saja dipenuhi pertanyaan tentangMu... Maaf kalau aku tidak seikhlas itu Tuhanku...Aku iri,,,Ya aku iri,,, kepada mereka,,, yang dengan mudah memberikan semua hartanya di jalanMu, yang dengan gampangnya berkata bahwa "Kau maha kaya", yg dengan tak perdulinya selalu saja memberi dan memberi... Seakan hidup ini sudah bukan milik mereka lagi... Aku iri,,,Aku iri,,,Ya aku iri,,, kepada hati terdalamku, yg selalu mengakui akan ke-ESA-anmu, yang diam2 mencuri2 cinta dan perhatianMu, yg berbisik2 akan keberadaanMu, dan perlahan2 mencumbuku dalam tangis2 kerinduan akan kekasih sejati...Aku iri,,,Kenapa akalku tidak bisa?Kenapa akalku tidak bisa?Kenapa hanya akalku yg tidak bisa?Saat seluruh tubuhku bergerak atas ijinMuSaat seluruh inderaku berfungsi atas kehendakMuSaat diriku sepenuhnya ada dalam kuasaMu
Mungkin akalku...perlu bersujud lebih lama...KepadaMu...Dan "bersujud"lah,,,sepenuh jiwa ragamu, wahai hamba...--My kosan--30110918:22 WIB