Tuesday, 8 December 2009

The Infidel

Aku akan menuliskannya
Dalam debu-debu pegusiran kita
Dalam tinta darah ibu dan ayah kita

Manusia-manusia itu tak pernah tahu
Bahwa sejuta malaikat pernah bicara kepadaku
dalam bahasaNya
Yg mereka tahu cuma Tuhan mereka saja yg paling hebat
Padahal ini bukan masalahNya sama sekali
Dan DIA tak berhak ikut campur
Dalam dialog berdarah-darah yg kami lakukan

Dan biarkan kami terpenggal hidup-hidup
Menganga dan merana meregang nyawa
Toh pada akhirnya
Saat pembuktian
Kita buktikan saja

Siapa yg akan tertawa???
Hahahaha....

Suatu pagi, Des 09

Monday, 7 December 2009

The Soul

ting...
ting...
ting...
gelas-gelas kaca saling beradu
dalam kebisuan hampa...
dua
tiga
empat
lima
enam
tujuh
mungkin lebih
mungkin kurang
menjadi kepingan-kepingan
kristal putih...
berserakan...
memendarkan cahaya-cahaya...
merah...
biru...
kuning...
hijau...
putih...
ungu...
jingga...
kemudian sontak...
semua memerah...
kaki-kaki sudah melangkah
terkoyak
dan berdarah

August 07th, 2006

Saturday, 5 December 2009

Iri

Aku iri

Ya aku iri,,, kepada mereka,,, kepada mereka yg berpegang teguh kepada kebenaran, apapun itu, entah relatif atau pun mutlak. Mereka yg rela mati demi prinsip yg mereka pegang, mereka yg meregang nyawa demi tujuan kebenaran yg mereka perjuangkan

Aku iri...

Ya aku iri,,, kepada mereka,,, kepada mereka yg dengan tulus bisa mencintai tanpa syarat, kepada mereka yg tak lagi mengenal diri demi cinta yg hakiki, kepada mereka yg tak lagi mengerti akan makna kini, karena semuanya yg mereka lakukan, tak tersisa lagi bahkan untuk diri mereka sendiri

Aku iri...

Ya aku iri,,, kepada mereka,,, yang dengan mudah berkata semua ini untukMu Robb,,, aku ikhlas berada di jalanMu, semua yg kulakukan adalah ibadahku untukMu, karena diriku saat ini masih selalu saja dipenuhi pertanyaan tentangMu... Maaf kalau aku tidak seikhlas itu Tuhanku...

Aku iri,,,

Ya aku iri,,, kepada mereka,,, yang dengan mudah memberikan semua hartanya di jalanMu, yang dengan gampangnya berkata bahwa "Kau maha kaya", yg dengan tak perdulinya selalu saja memberi dan memberi... Seakan hidup ini sudah bukan milik mereka lagi... Aku iri,,,

Aku iri,,,
Ya aku iri,,, kepada hati terdalamku, yg selalu mengakui akan ke-ESA-anmu, yang diam2 mencuri2 cinta dan perhatianMu, yg berbisik2 akan keberadaanMu, dan perlahan2 mencumbuku dalam tangis2 kerinduan akan kekasih sejati...

Aku iri,,,
Kenapa akalku tidak bisa?
Kenapa akalku tidak bisa?
Kenapa hanya akalku yg tidak bisa?

Saat seluruh tubuhku bergerak atas ijinMu
Saat seluruh inderaku berfungsi atas kehendakMu
Saat diriku sepenuhnya ada dalam kuasaMu

Mungkin akalku...
perlu bersujud lebih lama...
KepadaMu...

Dan "bersujud"lah,,,
sepenuh jiwa ragamu, wahai hamba...

--My kosan--
301109
18:22 WIB