Wednesday, 25 May 2011

Oleh-oleh Krakatoa (pt. 1)

PART 1 : TEORI BAHWA BIAWAK BERENANG DAN SEMUT TERBANG.

Berbekal kenalan singkat dengan the-trip-arranger of Krakatoa alias pengemudi kapal penumpang di Pantai Canti (perlu diketahui kalo canti adalah salah satu dermaga penyebrangan di Lampung Selatan, yang digunakan mulai dari kotak indomie, air mineral, pisang, motor, karung beras dan seisinya, dan tak terkecuali manusia untuk berpindah dari mainland di pulau Sumatera tepatnya Kalianda dan sekitarnya menuju Pulau Sebesi, Sebuku, Krakatau, Kiluan, Caringin dan Dago—oke dua tujuan terakhir adalah ide masa depan gw di mana perahu nelayan bakal dilengkapi dengan mesin propeler atau baling2 helikopter) bernama Mr. C (maaf ga nulis nama, karena takut orangnya bakalan lebih meledak dari briptu norman walaupun tentu saja tidak dengan gaya joget Chaiya2). Beliau menawarkan kita ber3 (ok utk kepesertaan kegiatan ini lengkap dengan struktur organisasi, jabatan fungsional, jobdesk kepanitiaan, bakal gw tulis dalam topik tersendiri) untuk ikut dalam trip ke Krakatau pada hari Sabtu pagi—saat kita dialog waktu itu masih menunjukkan Kamis, 19 Mei 2011, sekitar pukul 13:40 WIB.
“Wah, oke!!! Boleh juga, menarik kalo begitu” gw langsung nge-ok-in aja ide menarik yg belakangan gw ketahui bahwa kita ber3 bakal jadi penumpang gelap (baca: nebeng) dari rombongan wisatawan yang tampaknya udah penat dengan keseharian mereka di Ibukota negeri ini—well,,, utk satu dan lain alasan, gw juga termasuk dalam bagian mereka sebenarnya, kecuali sbagai bagian dari grup jalan2 itu.

Skip to the trip...
Sabtu, 21 Mei 2011,,, kapal yg ga penuh2 amat—karena rombongan dari Jakarta nya juga ga serame yg gw bayangkan, di mana kalo dibandingkan apple to apple dengan penumpang ke Tidung di satu minggu sebelumnya, kapal Mr. C bisa diisi sampe 40-50 orang di dalamnya,,, dan siap2 aja kalo lo bakal juga ngerasain apa yg dirasain Rose dan Jack dalam film Titanic,,, dengan catatan sisi dramatisnya hanya tersisa sekira 0,2 % (dengan catatan kapalnya juga sama sekali ga terbuat dari bongkahan2 papan... ;)) nyampe pukul 11.20 WIB, It’s midday then,,,, really2 midday.,,, the sun rite above us!!!
“Bang, ini kalo maen ke Puncak,,, langsung jalan aja kan?” tanya gw polos, karena gw berasumsi utk masuk dan mendaki ke anak Gunung Krakatau, harus minta ijin ke emaknya yg udah lama berpulang—husssshhhhh,,,, ga baek ngomongin orang,,, ehhh gunung yang udah meninggal... ;)
“ya langsung aja” si abang ga berpikir jauh sejauh gw berpikir tentang Emak gunung ini, karena dia memang butuh berpikir jauh dalam 3 kondisi; kalo ada pengunjung nelp pengen ngadain trip, cuaca buruk saat sedang mengemudikan kapalnya, dan kalo istrinya minta uang belanja...
Oke!!! Pukul 11.25 kita mulai mendaki,,,, dari kejauhan—saat masih di laut, anak gunung krakatau terlihat cukup menjulang—karena ketinggiannya yg emang ga tinggi2 amat, menyeramkan—hitam habisnya, panas, gersang, dan gw yakin harimau, beruang, kancil, dan sejenisnya ga ada di pulau ini, karena emang kesemuanya bukan jenis hewan yg hobbi sauna or berjemur.
Gw, erwin, and Faruk berjalan menyusuri hutan yang didominasi tumbuhan berdaun jarum (bukan mirip pinus yg ada di ketinggian lebih dari 700-1000 mdpl ya), but wait,,, inti ceritanya ada di satu titik keberangkatan kita dari pantai.
Empat panel dipasang di titik awal pemberangkatan, satu panel penjelasan akan sejarah Krakatau, satu tentang Suksesi ekosistem krakatau, dan dua lagi ga gw perhatiin, karena sedari laut tadi gw berpikir, kalo Krakatau emang habis waktu itu, dan anak Krakatau muncul dari dalam Laut, maka satu2nya jenis hewan yg mungkin ada di sini,,, hanya burung.,,,
Benar,,, satu panel yg menjelaskan sejarah krakatau, anak Krakatau muncul pada tahun 1927, tepat dari dalam laut di mana Tubuh emaknya pecah... dan awalnya Pegunungan krakatau terdiri dari tiga puncak utama, dan dalam satu letusan,,, habis 3 puncak gunung itu hingga akar2nya!!! Kebayang apa yg terjadi pda tahun 1883 itu... mmm,,, menyeramkan!!! Hihhhhh,,, saya bergidik ngeri... apa jadinya kalo waktu itu saya ada di Pulau Jawa, Bandung, Medan, atau bahkan sedang jalan2 dengan ketiga teman saya ini dan berniat pengen mendaki Krakatau... well,,,, yg terakhir hanya hayalan, karena bisa jadi kita kalo hidup di masa itu cuma jdi tiga dari ribuan buruh kebun tebu di Kawasan jawa Timur dalam masa kolonial.
Panel lain menjelaskan bahwa ekosistem di anak Krakatau baru muncul dalam 75 tahun belakangan, dan.... ga ada banyak penjelasan kenapa ada hewan yg hidup di sana. Well,,, teori saya juga belum terbukti saat itu karena saya belum melihat sebentuk hewan yg muncul di sana.
Sampai akhirnya ketika di jalan turun kembali ke pantai,,,, untuk makan siang, minta aer, dan ga sengaja ngelihat bule sedang ganti baju... ;), di satu sisi jalan,,,, ada sebentuk hewan yg tiba-tiba saya lupa namanya... mmmm,,,, kadal,,, bukan2 kegedean, komodo,,, ga ga Cuma mirip doank, dan Voila!!! Waktu SD saya diajarin bahwa hewan antara kadal yg imut2 dan komodo yang kelewat tambun adalah BIAWAK!!! Ya BIAWAK besar melintas di jalan menuju pantai.
Dan ternyata,,,, domestifikasi hewan jenis ini tampaknya sudah berlangsung cukup lama juga, karena toh ternyata dengan antengnya 2-3 ekor biawak, dengan lidahnya yg melet2 ga jelas—bagi gw,,, karena bagi mereka, pasti mereka punya alasan biologis kenapa melet2in lidah meskipun energi itu sebenarnya bisa dimanfaatkan utk hal lain yg lebih penting, cari mangsa kek, bikin rumah kek, atw cuma sekedar back up or push up biar bikin otot sayap mereka lebih kenceng ;) melintas, mendekat, kemudian berbalik pergi ke belakang, mendekat lagi, menjauh, mendekat—tampaknya utk Pulau Krakatau, karena tidak gw temukan merpati lebih cocok digunakan istilah JINAK2 BIAWAK di sini—menuju kita yang sedang makan siang di tepi pantai. Dan ternyata ketika dilemparkan makanan—ayam,  kerupuk, semangka, dan botol plastik (yg ini sebenarnya ga dimakan) dengan antusias Mr and Mrs. B makan dengan lahap. Bahkan utk beberapa momen mereka diam tak bergerak, ketika dikerubungin manusia yg memang berniat memfoto dan mengambil beberapa gambar dari hewan yg bakal ditunjukin dan diceritain ke tetangga, keluarga, atau bahkan di uplot di facebook masing-masing tanpa pernah menanyai persetujuan Mr. And or Mrs. B akan privacy mereka (manusia beruntung utk kasus ini belum ada sama sekali UU Pidana antarspesies,;)).
Mmm,,, kenapa biawak bisa ada di pulau ini, yg jarakny ke pulau sekitarnya kira-kira 20-50 menit ditempuh lewat kapal motor? Atau semut-semut dengan ukuran yg cukup besar di antara kulit-kulit kayu? Well, kalo pulau ini muncul dari dalam laut, apakah
1.     Biawak bisa hidup di air dan melanjutkan kehidupannya di darat ketika pulau muncul? Mmm,,, bisa jadi, karena emang biawak hewan yg hidup di dua alam, tapi apakah selama itu? Dari tahun 1883-1927 ia tinggal di bawah air,,, wuih,,, harusnya udah muncul ekor ama sirip donk kalo begitu ceritany.
2.     Atau biawak adalah hewan yg mampu bertahan dalam kondisi ekstrem... jadi di tahun 1883 ketika krakatau meletus, ada sisa-sisa biawak yg bertahan hidup, dalam kondisi ekstrem, dan tak lama kemudian, ketika kondisi sudah membaik mereka juga hidup normal kembali, seperti sedia kala, dan bahagia selamanya—kaya dongeng pangeran ama putri raja aja. Mereka bermigrasi lewat laut (tapi sumpah, gw ga pernah liat biawak berenang,,, kecuali Godzilla, kalo emang spesies dia dimasukkan ke dalam jenis reptile macam biawak juga sih...)
3.     Nah lho, gmana dengan semut? Apakah dia dibawa oleh burung2 yg datang ke Pulau ini,,, menyelinap di antara bulu2, ngumpet di paruh, nyelip di ekor, atau terang2n dari awal udah bilang “Sob, gw nebeng donk ke Pulau Seberang, kepadatan di sini udah melampaui ambang batas...?
4.     Atau mungkin juga semut,,, mmm... bikin jembatan panjang bak film ANTS atau ANTZ ya (gw bingung itu film apa perusahaan insurance ya....), dari satu pulau ke pulau lainnya,,, Tapi tampaknya semut-semut itu terlalu berani utk melakukannya, mengingat gelombang besar ga mungkin dilawan dengan susunan tubuh-tubuh kecil dan mungil mereka... Mmmm,,, jadi teori semut berenang sama sekali debateable.
Baiklah,,, mungkin dua teori yg mungkin adalah bahwa biawak berenang, dan semut dibawa terbang. Sounds fair enough, sambil gw cari juga sumber sejauh mana biawak bisa berenang, dan berapa banyak semut yg dibutuhkan utk menyelinap di balik bulu burung camar—kaya lagu Vina P.—untuk membentuk satu koloni baru.

Well,,, apapun teorinya
Pada dasarnya ini hanya antara Tuhan, biawak, dan semut sepenuhnya.... ;)


Sebesi, 21 Mei 2011
Fotonya saya ambil dari perjalanan rekannya rekan gw, maaf kalo sudah dicatut,,, terima kasih banyak kepada fotografer yg telah membantu gw memvisualisasikan apa yg gw tulis sekaligus menutupi kebodohan gw yg sama sekali ga bawa kamera utk momen sepanas dan sejarang ini.... hehee

Wednesday, 2 February 2011

Rahasia aku dan senja

Voila!!!
Dia kembali ada....

sssshhhh,,,
ini rahasia antara aku dan senja
Lihat,,,
Yg tersenyum diantara jingga dan dua cendana,,,
itu dia...

wanita tanpa kata...



-Bandung, 2 Januari 2011-
16:10 WIB

sumber gambar :
http://www.pasarkreasi.com/content/detail/photography/642/langit-allah

Thx Gambarnya ya... ;)

Monday, 6 December 2010

Kita sama saja,,, Kawan...

kita berbeda,,, kawan...
Kita selalu saling menghina
Terminologi utk sebuah kata canda
Kita marah dan bahagia
Dalam waktu yang sama

Kita berbeda,,, kawan...
Kita hanya mengerti untuk saling memaki
Dan terkadang habis sudah kesabaran diri
Tapi tanpa disadari,,, kita memperbaiki diri
agar kau tak memaki hal yang sama dua kali

Kita berbeda,,, kawan...
Acapkali kita tertawakan kesalahan
yang orang lain lakukan...
Tapi dalam diam,,,
Kita senantiasa melakukan perbaikan
Tak banyak memang,,,
Sekedar pembuktian,,,
Inilah kebenaran...

Kita berbeda,,, kawan...
Tak punya sesuatu yg pantas kita banggakan
Selain meja kayu yang pernah kita berikan
Untuk masjid tua di ujung jalan
Tiga tahun silam,,,

Kita berbeda,,, kawan...
Pada akhirnya kita tak punya apa-apa
Kita bukan mereka yg berkumpul di atas harta
Pun tak pernah saling tertarik dalam rupa
Kita hanya orang2 biasa,,,
yg bertemu tak sengaja,,,
Oleh sebungkus gorengan, dua batang rokok, dan cahaya senja...

Hahahaha,,,
kita tak pernah perduli,,,
apakah dunia mau mengerti...


--my kosan, Pancoran--

06 dec 2010
18:45 WIB

to all my prens!!!
miss u ALL!!!

Tuesday, 30 November 2010

MEET MELINE : THE 3D ANIMATED SHORT FILM (by Sebastien LABAN & Virginie ...


Film animasi menarik, menghabiskan waktu 2 tahun si pembuatnya, hanya utk 6 menit (dapat infonya dari forum kaskus,,, http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3827636,,, makasi ya agan2,,, emang keren nie film,,, walaupun singkat!!!), Wow!!!

Keren, tpi pengen tahu soundtracknya,,,,kok malah ga nemu2 ya, hehehe...

Kisah di Penghujung Oktober...

Kawan,,, sudah lama aku tak lagi masuk di ruang ini. entah sekedar bercerita tentang dia, atau m
enangisi lagi-lagi semua friksi-friksi kecil yang ada dalam diri. Yang pasti, sudah lama sekali aku tak berada di sini...

Tumpukan cerita itu masih ada, dan entah kenapa sekarang terasa begitu besar dan menggunung semua kisah yang belum selesai atau beberapa yang memang kucipta untuk sekedar bukti bahwa aku juga punya air mata... Tetapi,,, lihat, semua membias, antara khayal dan realita yang kugagas,,, semua memanas,,, dan sedikit demi sedikit membakar imaji dongeng cinta-ku yang bertahun-tahun telah kujalani seperti sang empu yang meminta.

Kawan, lagi-lagi aku mencoba kembali. tapi entah kenapa, tak ada lagi yang kukenali... Bahkan hal yang paling berharga yang kumiliki--hati. Semua asing kawan, aku berada dalam pencapaian mimpi2 yang keras,,, walau bentuknya indah, toh tetap saja aku menjadi sosok yang tak lagi mampu berujar hal yang sama; mendayu-dayu dan memekik bahwa hidup ini terkadang kejam dan begitu brutal memperlakukan kita.

Kawan,,, aku ibarat seorang amnesia-insomnia,,, berusaha keras utk kembali mengingat hidup yang lama, tanpa tidur, dan terus mengingat... antara sakit dan harap... antara keinginan dan penolakan,,, aku rasa kau lebih tahu jawabannya. Aku kini berada dalam labirin yang dulu kurahasiakan dari dunia, dan sekarang karena rahasia itu aku yang tahu dan kemudian aku lupa... Maka tak tahu,,, tak tahu lagi ke mana kucari lapangan bermain khayalku,,, karena tak seorang pun yang tahu, bahkan sosok diriku dalam jiwa2 lainnya juga pasti tak mampu menjawabnya.

Kawan,,, aku merasa begitu ramai sekarang, aku merasa tak ada lagi sepi, dan kenapa aku selalu ingin selalu ada mata yang menatap langkahku, telinga yang mendengar semua kisahku, hati yg selalu cemburu padaku, dan tekad yang selalu ditanam dalam semangatku. Aku tak tahu,,, ada apa dengan dunia? Kenapa sekonyong2 semua mendekat padaku, kala hanya senyum yang kuberikan beberapa detik sebelumnya. semua datang, mendekat, memandangiku, mendengarku, ingin tahu segalanya tentangku... Huuufffffhhhh,,, toh akhirnya aku diam dan berkelakar lagi... "Aku rindu kesepian"

Kawan,,, dunia berubah,,, dan mau tak mau aku pun juga diubahnya,,, gelombang itu, entah kecil atau besar,,, semua menggulungku dalam pesonanya. Sesekali tertarik untuk mencoba dan di kali lain aku tak sanggup untuk keluar darinya,,, hahaha tetap saja,,, aku masih menganggap bahwa ayah dan bunda adalah segalanya. dan mereka mengubah anaknya,,, itu wajar-wajar saja.

Kawan,,, sudah lama kita tidak bercakap-cakap lagi, meminum teh, sambil berbicara tentang berita politik pagi ini. Atau saat malam lelap dan sang bintang yang condong di ufuk barat menemani bulan. Kita sudah tak tahu diri satu sama lain... kau asing bagiku dan aku pun asing bagimu, bagi kita hidup adalah saling berbagi sekaligus bersaing,,,, dan dalam hidupku selalu ada dua tujuan,,,, kita dan aku, yang tak pernah sepaham tentunya.

Kawan,,, terlalu kejamkah aku memperlakukan hidup? seperti yang kulalui kala perjalananku mengejar isi dunia? Hidup tak pernah menggodaku, tetapi aku selalu menduainya. Hidup masih punya banyak cerita tetapi sering aku tak mendengarnya....
dan yang paling tercela,,, hidup sering mengungkap cintanya. Tapi aku balas berteriak... "Semua hanya tipu daya" dan meninggalkannya...

Kawan,,,
Terima kasih sudah membaca semua...

--My Office,
Pancoran--
25 Okt 2010
02:53 a.m.

hidup masih panjang, dan kebahagiaan selalu bakal jadi kejutan dalam setiap tanya...