Merindukan desa....
Aku selalu ingin menulis tentang sawah... Dan kini aku terdampar di sini pagi ini, dalam keberadaan rencana hidupku yg berputar seiring revolusi bumi ke 23 semenjak nafas pertama kudesahkan. Menghirup aroma tanah basah, rumput yg berembun, kotoran sapi, gemerecik air, nyanyian burung menyambut pagi, pucuk-pucuk hijau yg bergairah, dan gemala jingga di ufuk timur dari tempat kuberpijak Aku selalu cinta sawah di awal pagi Mengingatkanku pada riangnya anak gembala memandikan sapi; senyum hangat pak tani yg hitam legam di basuh mentari; lenguhan sapi dan kerbau yg membajak mimpi-mimpi anak negeri; dan hati riangku yg sontak tak terisi sepi. Semuanya damai, indah, bahagia Rerumputan, burung-burung, ayam-ayam, pucuk-pucuk ranting muda, awan-awan kelabu, semua tersenyum dalam satu bahasa, semua bicara bahagia, tularkan optimisme. Hangat, cerah, bersahabat. dan aku ingin selalu kembali ke sini Menemani batu-batu ini, padi-padi ini, bukit, rumah, dan semua yg ada di sini Dan menemani diri Dalam...